{"id":2703,"date":"2023-03-12T10:59:35","date_gmt":"2023-03-12T10:59:35","guid":{"rendered":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/?p=2703"},"modified":"2023-03-12T10:59:35","modified_gmt":"2023-03-12T10:59:35","slug":"kuliah-umum-budaya-washoku-kuliner-dalam-tinjauan-ekonomi-politik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/kuliah-umum-budaya-washoku-kuliner-dalam-tinjauan-ekonomi-politik\/","title":{"rendered":"Kuliah Umum Budaya: Washoku, Kuliner dalam Tinjauan Ekonomi Politik"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"auto\">Pada hari Sabtu, tanggal 11 Maret 2023, bertempat di Gedung A Ruangan 3.11 Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro menyelenggarakan kuliah umum budaya secara luring dengan tema : \u201c<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, Kuliner dalam Tinjauan Ekonomi Politik\u201d dengan menghadirkan Dr. Yusida Lusiana, S.S., M.Si., M.Pd dari Universitas Jenderal Soedirman sebagai narasumber. Dr. Yusida Lusiana S.S,, M.Si., M.Pd merupakan lulusan S1 Sastra Jepang Universitas Padjadjaran kemudian melanjutkan S2 nya sebanyak 2 kali dalam Magister Psikologi Universitas Indonesia serta S2 Magister Pendidikan Bahasa Jepang UPI Bandung, dan melanjutkan S3 di bidang Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada. Beliau juga memiliki riwayat penilitian mulai dari Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi sampai Penelitian Disertasi Doktor.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:200,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2705 aligncenter\" src=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0419-200x300.jpg\" alt=\"Bahasa dan Kebudayaan Jepang Undip BKJ UNDIP HMJ HIMAWARI FAKULTAS ILMU BUDAYA UNDIP\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0419-200x300.jpg 200w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0419-683x1024.jpg 683w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0419-768x1151.jpg 768w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0419-1025x1536.jpg 1025w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0419.jpg 1334w\" sizes=\"auto, (max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam kuliah umum kali ini, Dr. Yusida menyampaikan tentang urgensi dan peran dari <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> jika ditinjau dari segi ekonomi politik. Sebelumnya juga dipaparkan terkait apa itu <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, serta apa saja komponen atau karakteristik dari <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> itu sendiri. Yang menarik dari <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> adalah adanya konsep <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Omotenashi<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> mulai dari ucapan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Itadakimasu<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Gochisousama deshita<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, penataan hidangan dalam piring dan mangkuk, serta formalitas menyambut tamu. Adanya pula struktur menu<\/span><span data-contrast=\"auto\">\u4e00\u6c41\u4e09\u83dc<\/span><span data-contrast=\"auto\"> (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">ichi juu san sai<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) yang maknanya \u201csatu sup dan tiga hidangan\u201d. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang kita ketahui adalah masakan Jepang, ternyata tidak hanya berperan sebagai makanan, tetapi juga berperan dalam membawa nama Jepang di kancah internasional. Representasi ekonomi politik <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> ditunjukkan dengan ditetapkannya Jepang sebagai <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">The World\u2019s #1 Foodie Destination<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Alasannya adalah karena Jepang menjadi negara dengan jumlah restoran peraih <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Michelin Star<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> terbanyak kedua setelah Perancis, adanya 893,345 restoran tersebar di seluruh penjuru Jepang, menjadi negara yang memiliki makanan tersehat nomor satu di dunia. Beberapa hal itulah yang membuat meningkatnya minat internasional terhadap makanan Jepang, alhasil jumlah restoran Jepang di luar negeri juga meningkat.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:200,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Peserta yang mengikuti kelas umum kali ini sangat aktif dan menyimak materi dengan baik sehingga cukup banyak dari beberapa mahasiswa yang menyampaikan pertanyaan di sesi tanya jawab. Salah satu di antaranya adalah pertanyaan dari saudari Wulan dari angkatan 2020 terkait modernisasi dalam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Dalam sisi diplomasi luar negeri, modernisasi sangat baik dan akan lebih memudahkan untuk mendapatkan makanan. Namun dari sisi pandangan Jepang sebenarnya itu juga menjadi hal yang bagus atau justru menjadi ancaman hilangnya keorisinalitasan dari <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Dr. Yusida memaparkan bahwa dari kacamata masyarakat Jepang sendiri, modernisasi <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> memiliki dua sisi. Sisi postifinya adalah dengan adanya modernisasi dalam hal ini dikerucutkan berupa adanya makanan instan atau kalengan, akan lebih praktis serta efektif dan efisien. Modernisasi dapat memaksimalkan hasil produksi alam yakni memanjangkan usia makanan supaya tidak terbuang sia-sia, dan mengganti bentuk makanan menjadi lebih praktis tanpa mengubah rasanya. Sementara sisi negatifnya adalah dengan adanya makanan instan atau kalengan tidak dipungkiri akan adanya kandungan pengawet dan mungkin saja tangan teknologi belum tentu bisa menjaga makanan tetap <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">fresh<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dan alami.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:200,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2707\" src=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0399-200x300.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0399-200x300.jpg 200w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0399-683x1024.jpg 683w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0399-768x1151.jpg 768w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0399-1025x1536.jpg 1025w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0399.jpg 1334w\" sizes=\"auto, (max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2709\" src=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0405-200x300.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0405-200x300.jpg 200w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0405-683x1024.jpg 683w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0405-768x1151.jpg 768w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0405-1025x1536.jpg 1025w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0405.jpg 1334w\" sizes=\"auto, (max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2708\" src=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0402-200x300.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0402-200x300.jpg 200w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0402-683x1024.jpg 683w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0402-768x1151.jpg 768w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0402-1025x1536.jpg 1025w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0402.jpg 1334w\" sizes=\"auto, (max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ada juga salah satu pertanyaan dari mahasiswa angkatan 2021 yakni dari saudara Grego terkait bagaimana cara Jepang menyebarkan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">branding<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> ke masyarakatnya sendiri agar suatu saat bisa diadopsi dan diterapkan di Indonesia mengingat makanan khas Indonesia tidak kalah beragam daripada Jepang. Dr. Yushida menjelaskan bahwa dari segi <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">brand<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> nasionalis, Jepang mendaftarkan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> ke UNESCO di tahun 2013 dan ditetapkan menjadi Warisan Tak Benda Dunia. Sementara untuk <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">brand<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> ke masyarakatnya adalah dengan diterapkan mata pelajaran <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Shokuiku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yakni pendidikan tentang makanan di tiap-tiap sekolah dasar di Jepang.\u00a0 Dengan pendidikan yang sudah ditanamkan tadi maka akan timbul rasa syukur di benak orang Jepang. Selain itu juga adanya kesadaran yang muncul dari masyarakat untuk menghargai para petani, serta saling memberikan sosialisasi bahwa alam sudah berbuat banyak kepada mereka sebagai bentuk bagaimana mereka menghargai dan mencintai produk dalam negeri.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:200,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2710 alignleft\" src=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0407-200x300.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0407-200x300.jpg 200w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0407-683x1024.jpg 683w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0407-768x1151.jpg 768w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0407-1025x1536.jpg 1025w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0407.jpg 1334w\" sizes=\"auto, (max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2711\" src=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0410-200x300.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0410-200x300.jpg 200w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0410-683x1024.jpg 683w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0410-768x1151.jpg 768w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0410-1025x1536.jpg 1025w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0410.jpg 1334w\" sizes=\"auto, (max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2712\" src=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0415-200x300.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0415-200x300.jpg 200w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0415-683x1024.jpg 683w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0415-768x1151.jpg 768w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0415-1025x1536.jpg 1025w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0415.jpg 1334w\" sizes=\"auto, (max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Kuliah umum budaya bersama Dr. Yusida berjalan dengan sangat lancar dan diikuti oleh kurang lebih 115 mahasiswa dosen Prodi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang. Materi yang disampaikan juga sangat menarik dan menambah wawasan bahwa <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> tidak hanya serta merta makanan khas Jepang yang dikenal banyak orang, tetapi Jepang juga mempunyai strategi untuk membuat <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Washoku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> memiliki eksistensi dalam ranah ekonomi politik Jepang. Baik strategi di dalam negeri seperti pemahaman <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Shokuiku<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang ditanamkan sejak SD sampai dengan strategi ke luar negeri baik melalui komunikasi pemasaran dan pemasaran kehumasan. Semuanya kembali lagi pada satu tujuan yakni untuk meningkatkan ekonomi politik negara Jepang itu sendiri.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:200,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2750\" src=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0436-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0436-300x200.jpg 300w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0436-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0436-768x512.jpg 768w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0436-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/DSC0436.jpg 2000w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2747\" src=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/bcd366a7-a484-4870-baae-52cd1388483b-1-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/bcd366a7-a484-4870-baae-52cd1388483b-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/bcd366a7-a484-4870-baae-52cd1388483b-1-1024x684.jpg 1024w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/bcd366a7-a484-4870-baae-52cd1388483b-1-768x513.jpg 768w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/bcd366a7-a484-4870-baae-52cd1388483b-1-1536x1027.jpg 1536w, https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/bcd366a7-a484-4870-baae-52cd1388483b-1.jpg 1616w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada hari Sabtu, tanggal 11 Maret 2023, bertempat di Gedung A Ruangan 3.11 Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro menyelenggarakan kuliah umum budaya secara luring dengan tema : \u201cWashoku, Kuliner dalam Tinjauan Ekonomi Politik\u201d dengan menghadirkan Dr. Yusida Lusiana, S.S., M.Si., M.Pd dari Universitas Jenderal Soedirman &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/kuliah-umum-budaya-washoku-kuliner-dalam-tinjauan-ekonomi-politik\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Kuliah Umum Budaya: Washoku, Kuliner dalam Tinjauan Ekonomi Politik<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2706,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2703"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2751,"href":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2703\/revisions\/2751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/s1bkj.fib.undip.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}